Sesungguhnya ponsel zaman sekarang mempunyai sistem keamanan, baik berupa hardware maupun software, agar menjamin dan mengatur arus yang masuk ke ponsel supaya sesuai standar prosedur. Misalkan proses charging mengakibatkan panas yang berlebih, secara otomatis akan diperlambat atau diputus, atau setelah proses charging sudah selesai, baterai tidak akan terus menerus diisi.
Tetapi memang tidak semua ponsel mempunyai sistem keamanan yang sama baik. Ada ponsel yang saat menerima tegangan atau arus listrik yang berlebih tidak akan rusak, tetapi ada yang akan langsung rusak.
Banyak charger bikinan pihak ketiga memiliki standar dan sistem pengamanan yang baik dan tidak berdampak negatif kepada ponsel. Tetapi ada juga charger yang dibuat sembarang dan mengesampingkan keamanan.
Charger yang dibuat asal memang bisa merusak ponsel, dan apabila ponsel yang kita gunakan tidak memiliki perangkat sistem keamanan arus yang baik. Selain bisa merusak ponsel, mungkin saja charger yang tidak baik ini bisa menyebabkan ponsel terbakar, atau mungkin melelehkan chargernya sendiri.
Jadi anda harus memastikan jikga anda menggunakan charger dari pihak ketiga, anda menggunakan charger buatan brand yang sudah dikenal memiliki kualitas yang baik, dan juga telah di coba banyak orang dan tidak mempunyai masalah.
Banyak yang menyarankan lebih baik memilih charger brand pihak ketiga, daripada charger palsu yang diimitasikan sebagai charger original dari brand ponsel yang kita gunakan.
Baterai yang tidak baik, biasanya tidak bisa menghasikan kinerja sebaik baterai asli, umurnya terhitung pendek, mudah rusak dan fisiknya mudah membengkak.
Jika baterai KW yang ditawarkan berukuran sama dengan baterai asli tetapi dikatakan mempunyai kapasitas yang berlipat, bisa kita bilang dari kapasitasnya sendiri, kita bisa menyimpulkan kalau itu adalah kebohongan.
